Monday, May 09, 2011

Tertohok sendiri!

Bismillah


Lagi2 tentang zikra. Anak bunda ini, umurnya 3 tahun 3 bulan, ngomongnya masih cadel tapi udah bisa nohok bunda dan bikin speechless. Memang selama ini kalo zikra melakukan hal2 yang bikin bunda kesel, bunda selalu bilang kalo bunda gak suka dia begitu. Bunda juga bilang kalo zikra gak nurut itu nakal namanya.


Ceritanya gini. Tadi malem bunda kesel sama zikra. Dia buka nutup kulkas bolak balik seenaknya, yang kadang abis dibuka gak ditutup lagi langsung nyelonong lari sambil ketawa2. Mainan legonya, dilempar kesana sini jadi rumah penuh lego berceceran dimana. Dikasihtau baik2 tampak gak ngaruh. Lagi ngetes kesabaran bunda sepertinya. Ayah inisiatip beresin sambil ngajak zikra bantuin, akhirnya beres deh mainan legonya.


Selesai? Oh belum ternyata. Lego yang udah rapih ditempatnya, dibongkar lagi sama zikra. Dan dilempar2 lagi. Mulai kesel nih bunda, selain lempar2in lego zikra juga teriak2 sambil ketawa2. Lengkap deh brisiknya. Dimulai dengan bunda lagi2 minta dia beresin legonya baik2. Sekali, dua kali, tiga kali, gak ngaruh. Bunda pun bertindak. Legonya bunda beresin, trus bunda bilang ke dia ‘Mulai hari ini gak ada lego lagi ya zikra. Legonya bunda buang aja.’ (baca: legonya diamankan sementara).


Bunda orangnya emang cepet darting, apalagi kalo banyak pemicunya. Nah tadi malem fatha lagi ogah2an makannya, padahal menurut bunda menunya enak banget *haha kepedean sih bunda*. Jadilah bunda ngomel2! Jadi legonya zikra bunda masukin ke lemari baju yang jarang dibuka, dan taro diujuungg banget. Nah masalah selesai sementara.


Bunda mandi. Ditengah proses mandi, terdengar suara ayah dari luar ‘Bunda, es krim zikra yang di freezer bunda yang ngabisin ya?’. Bunda jawab, 'Eh itu es krim zikra ya? Kirain punya ayah'. Doweng, ibu macam apa bunda ini? Eits, tapi ada pembelaannya nih, secara sorenya pas bunda lagi boboan sama fatha ayah nawarin magnum yang bunda abisin itu. Waktu itu bunda sok gak mau. Nah malemnya pas liat masih nyisa, langsung bunda embat. Gak sepenuhnya salah juga kan bunda? *nyari dukungan banget ini namanya mah*


Dan ternyata zikra denger dong dong dong, pas ayah nanyain es krim itu. Dia pun branjak ke pintu kamar mandi. Bunda masih mandi tuh.

He started with: ‘Bunda, igo tuh igo’

Me: *terpikir salam satu filmnya di channel jimjam, Igloo* *bunda lantas nyanyi * ‘Igloo gloo lalala, igloo gloo lalala. Film itu ya bang?’

Zikra: *hening sebentar* ‘Bukan! Igo abang, buang!’ (baca: Lego abang yang dibuang)

Me: ‘Ohh lego abang. Iya bunda buang. Abang sih gak mau beresin, abang nakal kalo gak nurut sama bunda. Bunda gak suka kalo abang nakal’

Zikra: ‘Masyi ada tu disana’

Me: ‘Ohh masih ada ya? Ya udah, ntar bunda buang juga’ *mulai geli*

Zikra: *melengos pergi* *gak lama balik lagi* ‘Bunda, akim abang mana?’

Me: ‘Apa? Hakim?’

Zikra: ‘Bukan! Askim abang. Bunda mamam?’

Me: *ups* *speechless* *tarik napas* *gagal* *ngakak*

Zikra: *ngakak juga* ‘Ihhh bunda nakall, mamam askim abang’

Me: ‘Hahaha iya bunda mamam, maapin bunda ya bang’


Nah kan, berasa tertohok sendiri campur2 geli. Dowengg, ini baru 3 tahun! Gimana 10 tahun dan seterusnya? Masukannya dong Buibu, salah apa ya kalo bunda sebut dia nakal kalo gak nurut sama bundanya?

Continue lendo

Friday, May 06, 2011

“Aku Abang”

Bismillah


Zikra ini seneng (baca: bangga) banget dengan panggilan abang yang dikasih ke dia. Seakan2 dia merasa gede dan berkuasa. Adenya suka diatur2 sama dia.



‘No no no adek, no yaa!’. Kalo fatha melakukan sesuatu yang zikra tau itu gak dibolehin sama bunda, biasanya bakal ngomong begitu. Misal: masukin mainan ke mulut. Tapi kalo dia yang masukin mainannya ke mulut, langsung bunda ledekin ‘Nah kan abang, bisanya bilangin adek doang, padahal abang juga’. Dia kadang malu, kadang cuek aja *doh*


‘Abang yang gede, adek yang kecil yaa’. Ini kalo bagi2 mainan. Senengnya zikra ini selalu mau sharing dengan adenya, tapi dia yang ngatur pembagiannya. Ofkors, yang gede dan lebih banyak buat dia. Adenya? Sisanya! Untung adenya gak protes.


‘Masya alo, ya lobii’ (baca: Masya Allah, ya Robbi). Ini kalo zikra shock dengan sesuatu yang dilihatnya. Bisa tingkah laku adenya atau kejadian2 gak sengaja seperti piring jatuh dan pecah. Waktu ngeliat bunda mun2 parah pas kena muntab*r kemaren, ngucapnya sampe berulang2 *plus geleng2 kepala*. Serius, tuh lemes2nya bunda ilang seketika diganti ketawa geli bentaran.


‘Ade gak papa ade, sebentar aja ya’. Ini kalo adek lagi mau suntik imunisasi. Dia tau adenya bakal nangis, padahal dia sendiri kalo mau suntik takut juga dan butuh ditenangkan juga sama bundanya. Nah itu yang dia tiru kata2 bunda kalo nenangin dia hihi.


‘Aku Abang’. Kalo ditanyain namanya, dia selalu jawab begini instead of sebutin namanya. Buru2 bunda koreksi, ‘Abang siapa namanya?’. Baru deh dia jawab ‘Abang Zikka’.


Jadi abang yang hebat dan selalu bisa diandalkan ya Zikra. Bunda’s so proud of you, and she will always be.

Continue lendo

Wednesday, May 04, 2011

Resep BLW 9 bulan

Bismillah


Kalo sebelumnya kebanyakan makanan fatha hanya dikukus atau direbus pake air kaldu, seperti yang pernah bunda tulis disini. Sekarang masuk usia 9 bulan, mulai dikenalin ke makanan tumis2 dan bumbu2an, seperti bawang, jahe, pala, dsb. Mudah2an nafsu makannya jadi bertambah dan makin pinter blw-nya.


Resep ini gak inspirasi sendiri kok, dapet dari salah satu temen yang mendokumentasikan resep mpasi anaknya per bulannya. Makasi ya Mama Indah, semoga tulisannya membawa pahala yang banyak karna sangat berguna buat emak2 seperti saya hehe. Cuma ini resepnya bunda sesuaikan dengan metode blw fatha. Menyesuaikannya pun ngarang abis, orang bunda urusan masak termasuk amatiran hehe. Maaf ya kalo gak berkenan, masukan sangat diterima loh *asal sopan tentunya* :p


OAT2 – Orak Arik Telur Tahu/Tempe

Bahan:

½ tahu putih/tempe secukupnya, potong kotak2 panjang

1 siung bawang putih, cincang

1 batang daun bawang, iris halus

2 kuning telur, kocok lepas

Unsalted butter, untuk menumis

1 sdt keju parut (optional)

Cara:

Tumis bawang putih dan daun bawang hingga harum, masukkan tahu/tempe, aduk rata hingga matang. Tuang telur, acak rata. Angkat dan taburi keju parut diatasnya.


MSK – Makaroni Sayuran Keju

Bahan:

2 sdm makaroni

1 potong kecil ayam kampung (untuk kaldu)

1 sdm keju parut

labu parang kurleb 2 sdm, potong sesuai ukuran anak

1 kuning telur, kocok

Bawang bombay iris secukupnya

Cara:

Rebus makaroni dengan ayam. Ayam matang, sisihkan lalu disuwir2 halus.

Saus keju: Tumis bawang bombay sampai layu dan wangi. Masukkan labu parang, keju dan ayam, tambahkan 50ml air. Aduk rata. Air mengental, masukkan kuning telur, aduk rata. Angkat.

Sajikan makaroni dengan saus keju.


SIT – Sup Ikan Tahu/Tempe

Bahan:

1 potong tahu/tempe

1 potong ikan

Daun bawang secukupnya, cincang halus

Bawang bombay secukupnya, cincang halus

1 gelas air

Unsalted butter untuk menumis

1 potong kecil jahe, memarkan

Cara:

Tumis daun bawang dan bawang bombay sampai layu dan wangi. Masukkan ikan patin dan tahu/tempe, aduk rata, tambahkan air. Masukkan jahe, terus rebus sampai tempe dan ikan lembut. Sajikan hangat.


TSD – Tumis Sayuran Daging

Bahan:

Daging ayam/sapi giling 100gr

Sayuran (jamur, labu siam, dll) potong sesuai selera anak

Unsalted butter, untuk menumis

Bawang bombay secukupnya, cincang halus

Bawang bombay secukupnya, cincang halus

1 siung bawang putih, cincang halus

Keju parut secukupnya

Cara:

Rebus daging hingga setengah lembut, masukkan sayuran. Rebus terus hingga lembut, angkat.

Tumis duo bawang hingga wangi dan layu, masukkan daging dan sayuran. Aduk rata. Masukkan daung bawang dan keju, aduk rata. Angkat, sajikan hangat.


SUN – Schotel Ubi Nano2

Bahan:

1 kg ubi jalar merah, kukus dan haluskan

Kismis sesuai selera, cincang (kalo bunda ganti apel kukus)

Keju sesuai selera, parut

3 kuning telur ayam kampung

3 sdm unsalted butter

150ml air matang (diatas 1yo bisa pake uht plain)

Cara:

Campurkan ubi halus, kismis, butter, keju parut, air/susu dan kuning telur. Aduk rata (baiknya pake tangan biar lebih rata).

Masukkan adonan ke dalam mangkok alumunium atau pinggan tahan panas yang telah diolesi mentega

Taburi dengan parutan keju (jika suka)

Kukus/panggang hingga matang (+/- 15 menit)


ODS – Omelet Daging Sayuran

Bahan:

2-3 kuning telur ayam kampung, kocok lepas

100 gr daging ayam/sapi giling

Air secukupnya untuk merebus daging

Sayuran apa aja (brokoli, wortel, potong kecil2)

Unsalted butter untuk menumis

Bawang bombay secukupnya, iris halus

Bawang putih, iris halus

Daung bawang, iris halus

Keju parut secukupnya

Cara:

Tumis duo bawang sampai wangi dan layu, masukkan daging aduk sebentar. Tuang air dan masak daging hingga setengah lembut. Masukkan wortel, teruskan merebus sebentar lalu masukkan brokoli. Setelah semuanya lembut dan air mengering, angkat.

Campurkan telur, irisan daung bawang dan keju parut ke dalam adonan daging. Lelehkan butter, masukkan adonan, masak sampai matang kecoklatan. Sajikan hangat.


T2S – Tumis Tahu/Tempe Sayuran

Bahan:

Tahu/tempe secukupnya, potong sesuai selera anak

Sayuran (zuchini, kabocha, dll) potong sesuai selera anak

Unsalted butter, untuk menumis

Bawang bombay secukupnya, cincang halus

1 siung bawang putih, cincang halus

Cara:

Tumis duo bawang sampai wangi dan layu, masukkan tahu/tempe dan sayuran aduk rata. Tambahkan sedikit air, masak sampai semuanya lembut. Angkat, sajikan hangat.


RGSB – Roti Gandum Saos Buah

Bahan:

1 tangkep roti gandum

Buah yang dipengenin (jika buah susah dihancurkan, kukus terlebih dahulu)

Unsalted butter

Cara:

Olesi roti dengan butter kemudian lanjutkan dengan buah yang sudah dihaluskan. Lebih seru kalo disajikan bareng yoghurt (optional).


TKS – Tumis Kacang Sayuran

Bahan:

Segenggam kacang hijau/merah, cuci bersih, tiriskan

Sayuran (sawi, zuchini, dll) potong sesuai selera anak

Unsalted butter

Bawang bombay secukupnya, cincang halus

1 siung bawang putih, cincang halus

Jahe sepotong kecil, memarkan

Keju parut secukupnya

Cara:

Rebus kacang dengan jahe dan kukus sayuran sampe keduanya lembut.

Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai layu dan wangi. Masukkan kacang dan sayuran, aduk rata. Tambahkan keju parut, sajikan hangat.


STK2 – Sup Telur Kacang Keju

Bahan:

Segenggam kacang hijau/merah, cuci bersih, tiriskan

1 kuning telur ayam kampung

Unsalted butter

Bawang bombay secukupnya, cincang halus

1 siung bawang putih, cincang halus

1 batang daung bawang, potong +/- 2 cm

½ sdt pala bubuk

Keju parut secukupnya

Cara:

Rebus kacang hijau hingga merekah dan lunak.

Dipanci lain tumis bawang bombay dan bawang putih pake butter sampai wangi dan layu, angkat lalu tuangkan ke dalam rebusan kacang hijau.

Masukkan kuning telur, aduk sedikit hingga kuning telur pecah berbentuk pulau2

Masukkan daun bawang dan pala, aduk rata. Tambahkan keju, angkat dan sajikan hangat.


TIST – Tumis Ikan Sayuran Telur

Bahan:

1 kuning telur ayam kampung, kocok lepas

1 potong ikan

Sayuran (wortel, sawi, labu parang, dll)

Daun bawang secukupnya, cincang halus

Bawang bombay secukupnya, cincang halus

Unsalted butter untuk menumis

Cara:

Kukus ikan dan sayuran hingga lembut dan matang.

Tumis bawang bombay dan daun bawang hingga layu dan wangi, masukkan kuning telur, aduk rata. Masukkan ikan dan sayuran, aduk lagi. Angkat, sajikan hangat.

--

Sekian. Telat banget ya ini postingnya, fatha beberapa hari lagi 10 bulan *malu*. Kelamaan di draft karna internet dikantor belakangan kacrut, kadang bisa kadang enggak *sigh*. Waktu cepet banget sih jalannya, 'Ngejar apa sih Tu? Kok buru2 banget?'. Yee garing deh -,-
Continue lendo

Wednesday, April 20, 2011

Summary BLW 8 bulan Fatha dan Menu 9 bulan

Bismillah


Oke, kita langsung lanjut ke perkembangan blw fatha ya.


Gimana perkembangan blw fatha? Blw nya sih baik ya, fatha udah bisa menggunakan jempol dan telunjuknya untuk ngambil makanan kecil. Fatha juga pernah ngabisin makanannya tanpa disuapin bunda sama sekali. Yeap, bunda amat sangat bangga! Bangga banget karna hal itu masih sangat jarang terjadi, sekalinya kejadian, duu seneng gak ketulungan malah jadi norak sampe publish ditwitter hahaha.


Tapi seringnya malah gak diabisin makannya. Kenapa ya bunda suka mikir kalo fatha itu makannya cuma sedikit? Ampun deh, kemana itu perginya prinsip blw 'food is for fun until one' yang slama ini bunda pegang? Perasaan buatnya juga gak banyak buat sekali makan *ya iya kalo makanannya dibandingin sama porsi bundanya LOL, plakk!!* *huff, atur napas* Intinya bunda merasa sayang kalo makannya gak dicoba buat diabisin. Bunda ini dari kecil diajarkan untuk tidak membuang2 makanan, makanya deh susah banget ngilangin kebiasaan ini. Akhirnya daripada mubazir, bunda pun nyuapin dia. Terutama saat2 fatha sakit kemaren, semakin gak mau makan. Disuapin pun dilepehin juga. Jadi ya begitulah, fatha masih belom full blw.


Untuk menu 9 bulan, fatha mau bunda kenalin bumbu2an seperti bawang bombay&putih, daung bawang, jahe, dsb. Bunda mau kenalin fatha ke makanan yang ditumis2, yang sebelumnya belum pernah sama sekali. Tapi tetep NO GULA GARAM, dan pake aturan 3 hari toleransi alergi untuk makanan baru. Bunda mau bikinin beberapa resep baru dibulan ini, kasian anak bunda makannya dikukus terus hihhi. Resep ini inspirasi dari temen2 yang pake metode konvensional tapi disesuaikan dengan metode blwnya. Ntar dishare dipostingan selanjutnya ya insyaallah.


Apa aja yang dikenalin di bulan ke-9? Dibulan ini less buahan dulu, karna buah2an udah banyak dikenalin diawal mpasi. Ini dia:

Karbo: beras merah, pasta

Sayur: sawi, jamur, terong ungu

Protein: ikan gurame, ikan patin, kacang hijau, kacang merah

Dairy: yoghurt

Jadi bismillah, ini dia menu 9 bulan fatha :

click to enlarge


Semoga gak ada alergi dan anak bunda makannya makin lahap. Doakan fatha makin pinter blwnya ya teman-teman.


Note: contoh menu diatas fleksibel aja, karna kadang stok bahan makanannya kehabisan atau keburu gak seger lagi, LOL.
Continue lendo

Tuesday, April 19, 2011

Fatha 9 bulan

Bismillah


3 bulan menuju ultah pertama, gosh, waktu gak berasa sekali berlalunya. Telat berapa hari ini ya sejak tanggal 9 hari sabtu kemaren, karna si kecik bunda lagi sakit. Cepat sembuh ya anak bunda. Internet dikantor pun bermasalah lagi, jadi makin telat dong dong dong postingnya.



Ngeliat perkembangan anak, biar kata anak ke2, tetep amazing. Seru jadi emak beranak 2. Kalo dulu perasaan pas hamil fatha, selalu takut ngebagi perhatian, ah ternyata gak kejadian, karna kita bisa selalu bareng. Fatha nenen, bunda bisa nyambi main atau baca buku sama abang zikra. Abang zikra juga makin ceria sepertinya sejak ada adeknya.

Anak peniru ulung? Bener banget. Abang zikra ini role modelnya fatha banget. Fatha suka banget merhatiin abangnya. Ngikutin abangnya kemana2 pake babywalkernya. Main hide and seek hampir tiap saat. Fatha tau kalo dia dipanggil ‘adek’ atau ‘fatha’ dan bisa nyari sumber suara yang manggil dia. Fatha juga udah tau mana ayah, bunda dan abangnya. Kalo dia ditanya, matanya ngeliat ke arah yang bener.

Cuma kadang bunda suka kasian sama fatha, abangnya kadang tanpa sengaja bikin dia nangis. Bunda miris banget kalo begini. Dilain sisi, bunda tau kalo abangnya mikir itu gak papa, sama kayak main aja. Kasian kalo dimarahin kan si abang. Biasanya sih bunda (mencoba) kasi pengertian si abang yang kadang berhasil, kadang malah dilupain aja. Alhamdulillah si kecil bunda orangnya gak cengeng2 amat. Nangis sebentar, lanjut main lagi. Cepat besar ya sayang, dan jadi makin kuat dan pinter nangkis pukulan abang zikra.

Giginya fatha udah 6, dibawah 2 diatas 4. Udah berapa bunda kena tes giginya, tapi alhamdulillah masih torable. Jangan sampe deh ya, semoga anak bunda pinter terus nennya biar bisa lanjut sampe 2 tahun amin. Udah ada gigi harusnya dibersihin tiap hari dong ya. Bunda udah beli baby orajell waktu di seminar gtm kemaren, tapi lupa mulu ngebersihin gigi ade ini. Peer mulai saat ini!

Lagi seneng main sama telunjuknya. Kalo ditanya ‘mana cicak?’, telunjuknya ngarah ke atas. Kalo ditanya yang lain, nunjuknya suka ngasal hihhi. Kalo begini fatha asli bikin seger suasana, kitanya jadi ketawa semua. Trus ni fatha suka bener ngusilin abangnya, biar kata badan kecil tapi dia gak takut sama abangnya. Abangnya suka sok mengaung ala singa, dia malah ketawa hihi. Trus kalo dia bangun tidur duluan, pasti abangnya dipukul2 tangannya ato mukanya ato sampe narik rambut abangnya. Bunda sampe ngeri ngeliatnya, soalnya abangnya suka marah2 kalo dibangunin paksa. Langsung si adek diangkat menjauh hihhi.

Soal jalan dan ocehan masih seperti bulan lalu. Masalah berat badan yang jadi perhatian sekarang. Fatha baru2 ini sempet gak fit hampir selama 2,5 minggu. Awalnya cuma batuk pilek, tapi karna anaknya seger bundanya gak kuatir sama sekali. Batpil doang hampir 2 minggu. Sampe akhirnya badannya anget, keadaan langsung berubah drastis. Rewel terus, jam tidur dan jumlah makanan masuk langsung berubah drastis. Udah dikasi obat penurun panas, keadaan gak berubah. Paling suhunya yang sempet adem beberapa jam, abis itu balik anget dan rewel2 lagi. Karna gak biasa melihat fatha rewel begitu, akhirnya setelah 2 hari dijalanin, bunda nyerah. Beneran 2 hari keadaanya seperti drop banget. Nangiss teruss. Dibawa ke dokter dan ketauanlah BBnya turun 400gr. Oh my! Pantes kalo digendong jadi ringan banget, sedih ngeliat kulitnya kayak aga ngeriput gitu. Dan gak pelak lagi fatha diresepin antibiotik!

Setelah sakit pertamanya yang lewat tanpa obat sedikitpun (ke dokter sih tapi obatnya gak diminumin), kali ini bunda terpaksa ngasi si antibiotik. Ayah negor bunda karna menurutnya bunda menyiksa fatha. Yah bunda sendiri pun sebenernya udah patah hati ngeliat anak sendiri begitu, jadi serasa ditampar ayah. Dikasih deh tu antiobiotik. Tapi karna baca2 buku lagi, dan curhat sama temen baik bunda ini, akhirnya dalam 3 hari antibiotiknya distop. Biarin deh gak abis, toh insyaallah penyebab penyakitnya bukan bakteri. Stres mikirin berapa banyak bakteri baik didalam badannya fatha yang kebunuh gara si antibiotik itu, mudah2an keputusan bunda itu bener. Amin.


Sekarang fatha udah sembuh. Alhamdulillah, emang ya gak ada nikmat lebih besar selain ngeliat anak ceria dan mau makan. Semoga penyakit jauh2 deh ya nak, biar sehat terus dan semoga makin pinter makannya ya sayang.
Continue lendo

Friday, April 08, 2011

Seminar : ‘Cara Andal Mengatasi GTM Anak’

Bismillah


Sabtu tanggal 2 April, bunda dateng ke acara seminar by @MamaKokiHandal di Kemang Village. Pembicara seminar ini ada 2 orang, satu2nya momod (moderator, red) cowok di milis MpasiRumahan, dr Yossi Arioseno yang ngebahas gtm dari sisi kebutuhan nutrisi dan psikolog, mbak Alzena Masykouri, MPsi yang membahas gtm dari sisi psikologis. Kenapa bunda ikut seminar ini? Apa fatha lagi gtm? Alhamdulillah enggak, cuma bunda ingin dapet ilmu aja gimana cara yang baik menghadapi anak gtm. Pengalaman dengan zikra dulu, gtm ini sangat bikin stres dan kuatir. Makanya deh kudu punya ilmu menghadapi gtm nih. Tapi walo udah ikut seminar juga, tetep bunda gak berharap mempraktekkan ilmunya. Maksudnya bunda berharap fatha gak sampe gtm hehhe.



GTM, apa sih itu? Tentunya temen2 bunda (terutama emak2 ye) udah tau kalo gtm (nulisnya huruf kecil aja karna males ngecapslock), adalah istilah buat anak yang menolak makan, kata lainnya, Gerakan Tutup Mulut. Ini biasanya terjadi di umur anak 9bulan sampe 3 tahun. Anak diatas 3tahun tentunya sudah bisa mengungkapkan apa yang dia mau, mau makan apa misalnya, jadi orangtua pun bisa bekerjasama dengan anak agar mau makan. Sementara anak dibawah 3tahun, karna kondisinya yang belum bisa ngomong, mengungkapkan ketidaksukaannya dengan perilaku. Makanya bila si anak tidak mau makan bersikap demikian.

Makan adalah proses belajar buat anak. Dalam sehari anak makan 3 kali dan optional 2 kali makanan selingan. Orangtua tentu cendrung ingin anaknya saat makan duduk diam sampai makanannya habis. Proses ini mengurangi waktunya bereksplorasi, yang tak jarang membuat anak jadi bosan. Rentang perhatian anak usia usia batita juga masih singkat, dibawah 5 menit. Maka ketika ia harus duduk diam menghabiskan makanannya selama 30 menit, kondisi ini menjadi siksaan bagi anak.

Jadi bagaimana mengatasinya? Nah ini yang ditunggu2 kan? Berikut pilihannya :

  • Temukan sebabnya
    Kenapa anak gtm? Bisa jadi karna alasan organik (sariawan, tumbuh gigi, gak enak badan) atau anorganik (suasana hati, keadaan lingkungan). Kalo penyebabnya organik, buat makanan yang seminimal mungkin tidak membuat keadaannya makin gak enak, misal dengan melembutkan tekstur makanan sehingga mudah ditelen. Kalo penyebabnya anorganik, memang agak sulit. Disini orangtua perlu pinter2 dan ajak anak ngobrol. Beri penjelasan. Misal anak gak makan karna pengasuhnya diganti, yang buat si anak kangen banget. Kasi pengertian pelan2, ajak bicara dan hibur si anak. Anak walau masih kecil bisa memahami loh, tapi mereka juga perlu dipahami. InsyaAllah pelan2 si anak jadi mengerti. Tapi kalo berlanjut terus masalahnya, bawa ke psikolog untuk dianalisa penyebabnya.
  • Catat apa saja yang dimakan/diminum oleh anak per harinya
    Lihat apakah anak mungkin terlalu banyak minum susu atau jus yang mungkin membuat dia kenyang. Jika jam makan tiba dan dia tidak mau makan, jangan menggantinya dengan susu/jus. Makan dan susu baiknya diberikan tetap pada jamnya, agar anak tau kapan dia harus makan dan minum susu/jus. Makanan apa saja yang dia terima juga perlu dicatat, demikian dengan tekstur juga perlu diperhatikan.
  • Kenali karakter anak
    Apakah anak tipe bosenan, sehingga tiap hari (lebih parah lagi tiap makan) menunya mesti beda *amit2 semoga anak bunda gak begini, secara emaknya malas sangat*. Apakah anak juga tertarik pada tampilan atau piranti makan? Nah yang ini bisa jadi faktor yang perlu diperhatikan juga ternyata.
  • Tetap tenang
    Ohhooo ini tentu yang paling susah. Ibu mana yang gak panik saat anak gtm? Diperparah lagi komentar lingkungan (terutama orangtua dan mertua) seakan kita gak becus urus anak. Disini perlu banget sharing dengan teman2 yang sudah tau permasalahan kita dan anak kita. Catet yang penting: tidak perlu mengubah aturan demi anak mau makan! Seperti makan sambil jalan atau memenuhi permintaan anak akan makanan tertentu yang menurut kita tidak sehat. Nanti akan jadi kebiasaan. Lebih baik untuk memberikan variasi kegiatan, tanpa mengubah kebiasaan yang sudah ada. Misalnya: makan tetap dikursi dan meja, tapi posisinya diubah. Contoh lain lagi: kasih anak pilihan dengan makanan yang sudah disiapkan: nasi dengan brokoli rebus atau nasi dengan wortel rebus.
  • Membuat suasana makan menjadi menyenangkan
    Anak dapat merasakan aura positif disekitarnya. Perlu bagi kita emaknya memberikan senyuman, mengajaknya bercerita selama proses makan, seperti bercerita tentang apa yang dimakannya. ‘Ini wortel sayang, warnanya orens, bagus buat mata kita..’. Komunikasi dan suasana menyenangkan bisa mempengaruhi mood anak.
  • Sedikit tapi sering
    Kalo anak hanya mau menerima sedikit makanan, gak papa. Tambah frekuensi pemberian makanan mungkin jadi 4-5 kali sehari daripada makan 3 kali porsi normal tapi gak habis. Lebih baik bagi orangtua (dan pengasuh) serta anak juga. Makanan masuk ke anak, orangtua gak stres. Win2 solution yak hehhe.

Yang agak OOT (Out Of Topic) dan sangat penting buat bunda pribadi adalah: jangan membiasakan anak nonton tivi saat makan!! Biarkan anak belajar makan dengan fokus. Sambil menonton itu membiasakan anak untuk miltitasking, yang sebenarnya tidak dianjurkan untuk tingkatan umur mereka. Selain itu (lebih OOT dan lebih penting lagi), biasa menonton tivi membuat anak malas membaca. Kenapa? Karna mata anak saat menonton diam tidak bergerak melihat gambar yang berganti2 (mata pasif), sementara untuk membaca mata anak harus bergerak (mata aktif). Nah biar mata anak tidak malas, no tv at all!! Ehm agak gak mungkin sih, paling dibatesin aja ya, kasian juga anak2 bunda hihhi.


Demikian. Semoga anak2 kita menjadi anak yang senang makan dan gak picky ya. Versi lebih lengkap dari mak momod milis Mpasirumahan @depezahrial ada disini, monggo dicek.

Continue lendo

Monday, April 04, 2011

Mari beralih ke Cloth Diaper :)

Bismillah

Setelah lama gak ngenet (yang berakibat pada turunnya kinerja dikantor, eh, abaikan saja), begitu internet kantor nyala jadi berasa norak banget. Seneng banget sampe dagdigdug gak jelas, dan langsung pengen posting LOL *melipir kabur nahan malu sebentar* -.-


Kali ini pengen cerita tentang cloth diaper aka clodi-nya fatha. Telat banget emang, secara fatha udah mau 9bulan dan clodinya juga udah kepake selama itu. Eh gak juga sih, secara ada yang baru beli juga hihi.


Intro singkat dulu yah. Buat yang udah tau skip aja ke paragraf selanjutnya hehe. Jadi cloth diaper, err mari kita sebut clodi saja karna memang begitu biasanya dia disebut, ini adalah popok bayi kombinasi antara popok kain dan dispo diaper yang diambil plus2nya. Clodi ini popok yang bahannya bertekstur kain (detailnya beda2 tiap clodi tergantung harga), bisa dipake berkali2 (cuci trus pake lagi) dan tetap kering selama pemakaian oleh si bayi sampe insertnya penuh cairan pipis. Kalo pampers nyaman dipake bayi tapi cuma bisa sekali pake, clodi ini sama sistemnya kaya pampers tapi bisa dicuci dan pake lagi. Asik yah? Pastinya hihi.


Asiknya lagi clodi ini sangat disarankan karna menunjang Go Green! Miris gak sih sama keadaan bumi yang makin lama makin gak tentu cuacanya? Gak tau lagi kapan musim ujan, kapan musin panas. Dan sekalinya panas tuh panaassss banget. Wuahh, kasian sama anak cucu, huhu sedih. Bisa sih pake popok kain, tetep mendukung green living, tapi kan cape gonta gantinya dan kasian bayinya bisa kebangun dari tidurnya karna keseringan gonta ganti hehe *mak malas*.


Dari segi harga per piece nya, clodi memang gak bisa dibilang murah. Tapi gak rugi kok belinya, malah kita investasi disini. Range harga sih kisaran 50 – 300 an ribu yah. Paling mahal yang bunda tau harnya 330 rebu, 1 clodi aja tuh. Tapi kualitas gak bisa bohong. Megang banget kalo yang mahal itu: bahannya lembut, daya serapnya tinggi dan gak bocor samping. Jadi bayi pun enak makenya. Cuma pinter2 kita aja sih ya. Kalo misal kualiatas sedang, cukup dengan sering ganti aja. Walaupun itungan mahal juga, tetap clodi ini investasi. Beli clodi bisa dipake sampe bayi berat 14-17 kg. Mari kita liat itung2an untungnya pake clodi dibanding pampers biasa, dapet dari sini (trimakasih ibu otty, agak berbeda itungannya disesuaikan dengan kondisi disini) :

Kisaran pemakaian perhari : 6

Dengan pampers :

Sebulan 6 x 30 = 180 (konversikan ke dalam rupiah kurang lebih Rp 500.000)

Jika anak full pampers sampai umur 2 tahun berarti pengeluaran total : 2 x 12 x 500.000 = Rp. 12.000.000

Dengan clodi :

Untuk pencucian 2 hari sekali bunda butuh 18 clodi, semisal harga standard clodi kualitas bagus Rp. 200ribu, berarti untuk 18 clodi butuh uang sekitar Rp. 3.600.000

Pengeluaran air dan listrik untuk mencuci clodi kira-kira Rp 80.000 perbulan, berarti selama 2tahun menjadi Rp 1.920.000

Jadi total pemakaian clodi selama 2 tahun adalah Rp. 3.600.000 + Rp. 1.920.000 = Rp. 5.520.000.


Lumayan ya perbedaannya. Kalo dengan pampers uangnya berasa kebuang karna sekali pake, clodi bisa disimpen dong buat adiknya lagi kalo perawatannya bagus. Fatha punya 13 clodi saja udah bisa lho tanpa pampers sama sekali (kecuali untuk pergi2 bunda pake pampers biar gak ribet), TAPI dengan syarat clodinya mesti dicuci tiap hari (bukan 2 hari sekali seperti deskripsi diatas). Hemat sangat ya. Mendukung green living pulak *duh, udah kaya iklan*. Fatha punya berbagai merk dari yang lokal sampe yang luar. Ada rumparooz, metalmom, sunny baby (2), animal print, moo moo kow (2), ziggie zag, coola baby (2), charlie banana, happy heyins, bumwear.


Jadi fatha ngerasain deh tuh clodi dari bahan yang biasa sampe ke yang nyaman banget. Tapi alhamdulillah semua cocok aja di anak bunda ini. Pengen nambah koleksi clodi lagi deh *loh*. Ohya, bunda juga udah ngeracunin adiknya bunda yang baru jadi ibu sejak februari lalu untuk pro clodi juga, dan dia udah punya 4 biji hehe.


Seneng rasanya bisa berhemat dan ikut berpartisipasi dalam Go Green. Pokoknya selama si anak happy2 aja dengan pilihan bundanya, kenapa enggak, ya kan?
Continue lendo

Sunday, March 20, 2011

Rekap BLW 7 bulan Fatha dan Menu 8 bulan

Bismillah


Alhamdulillah urusan makan fatha baik2 saja. Masak buat blw ternyata gampil banget hehe soalnya tinggal rebus/kukus trus cemplung2, sajikan hangat.


Jujur, mpasi fatha 7 bulan kemaren bunda gak terlalu terpaku sama menu yang udah disusun. Kenapa? Karna ada saat bunda gak ngecek persediaan
dikulkas, apalagi saat2 abang zikra kemaren kena alergi yang hampir semingguan. Jadi bunda ngatur menu fatha berdasarkan apa yang ada, yang penting terpenuhi karbo-sayur-buah nya (ohya, belakangan tambah protein).


Catatan penting dari rekap bulan ini, ada ba
han makanan yang diskip karna gak memenuhi kriteria buat mpasi fatha, MANGGA. Gak nemu mangga yang manis, emang karna gak musim sih ya. jadi daripada was2, ntar aja kenalan sama mangganya. Dan terakhir, daging ayam ditunda nih ngenalinnya. Baru dikenalin dibulan ke8 ini. Karna dicarrefour langganan ayam organik gak ada yang digiling, ya udah deh, ayamnya jadi disuir2 tipis aja buat fatha. Smoga gak masalah dengan pencernaan dan pupnya.


Cara bikin menunya juga gak aneh2 sih. Jadi fatha makannya gaya table food aja, segala2 dipisah, dimakan satu2. Ini salah satu cara bikin menun
ya, karna diumur 7bulan ini fatha udah makan nasi pake kaldu seperti berikut:

Nasi sayur kaldu hati ayam

Cara:

Kukus sayur yang udah dikenalin sampai empuk (zuchini, buncis, labu parang, dll)

Rebus nasi mateng dan ati ayam mentah barengan dengan air secukupnya sampai kira2 nasi cukup lembut buat fatha (note: kalo ati ayam udah mateng duluan sebelum airnya kering, langsung sisihkan biar gak keras)

Setelah matang, matikan api diamkan sebentar

Sajikan hangat nasi, ati ayam dan sayurnya.


Fatha antusias bener makannya. Alhamdulillah walo belum dikenalin pake bumbu2an seperti bawang putih, daun bawang dll ya. Mudah2an setelah ini
makin lahap makannya. Dibulan ke8 apa aja yang dikenalin? Ini dia:

Karbo : ubi jalar merah, roti gandum

Sayur: wortel, brokoli, labu siam, bayam

Protein: daging ayam, kuning telur, daging sapi (has dalam)

Buah: melon

Dairy: cheddar cheese

Bismillah, semoga fatha suka semua dan gak ada masalah dengan pencernaannya. Ini dia menu fatha sebulan ke depan.


click to enlarge


Terakhir, bunda masih nyuapin fatha nih sesekali. Sayang kalo makanannya gak kemakan semua, kan mubazir. Jadi deh disuapin. Tapi kadang fatha bikin gemes juga, mentang2 anak blw (eh sekarang jadi half-blw ding), eh dia belagu gak mau disuapin hehe. Tapi seringnya mau kok hihhi. Entah kenapa bunda liat fatha kok kurusan ya kemaren2 ini, makanya deh pengen bikin dia gemukan juga. Tapi alhamdulillah tadi malam nimbang (20/3) bbnya naik juga 500gr dari bulan lalu (11/2). Ya iyalah karna efek disuapin yaw hahaha.


Any input buibu? Sila yaa.
Continue lendo

Thursday, March 10, 2011

Fatha 8 bulan : merambat, 2 gigi dan tepuk tangan

Bismillah

Yihaw fatha nambah lagi sebulan umurnya, kemaren anak kicik bunda genap 8 bulan umurnya. Alhamdulillah sehat2 saja. Ahh time does fly, 4 bulan lagi bunda udah bisa berenti merah nih. Loh? Kok udah nungguin waktu buat berenti merah aja si bunda? Abis desperado nih bunda, liat stop asip yang makin nipis. Tiap hari merah selalu defisit, stok ready sekarang tinggal 40an botol saja *mewek*. Duh semoga bisa trus full asi deh ya sampe umur setahun, amin.



Apa aja nih kabar terbarunya fatha? Alhamdulillah dari bulan ke bulan ada aja yang baru dari anak kicik bunda ini:

  • Gigi bawah udah nongol 2 buah. Alhamdulillah giginya keluar tanpa disertai demam atau mogok makan, ah wait, ada juga sih ngaruhnya dikit, fatha jadi agak males makan. Gak gitu antusias seperti biasa, tapi alhamdulillah masih mau.
  • Udah mulai bisa berdiri sendiri tanpa pegangan sampe kira2 itungan ke-5 hehe. Usaha terus ya sayang, walo kadang berdiri cuma buat jatuh aja. Terharu liat fatha bunda gak patah semangat.
  • Udah bisa tepuk tangan. Horeee, tiap dinyanyiin pasti makin rame karna ade fatha tepuk tangannya udah bisa bunyi sesekali.
  • Udah bisa diajakin main hide and seek *ceile bunda sok enggres banget*, yah main sembunyi2an trus panggil nama. Fatha bakalan nyari kita yang sembunyi asal kita manggil namanya terus (seakan dia dicari2 gitu). Seruuu hehe, intinya sih dia udah tau namanya dengan baik. Juga dia udah tau yang mana ayah, bunda, abang zikra, minan mel dan bu papahnya.
  • Mulai merambat. Kalo berdiri pegangan di sandaran tempat tidur, melangkah dikit2. Dan karna itu sekarang udah dipakein babywalker lungsuran abang zikra. Kalo pake babywalker bisa gesit banget jalannya sampe lari2an.

Yep, I know gak baik buat baby memang si babywalker ini. Tapi dari kejadian fatha yang jatoh pertama kali dari bouncernya dari posisi berdiri (yep, dia udah bisa meloloskan diri dari posisi duduk dengan seatbelt terpasang), terpaksa itu bouncer dipensiunkan karna fatha udah gak betah diem2an duduk disitu dan diganti ke babywalker. Dan ternyata memang udah waktunya kali ya, seneng banget aja dong dia ditaro disini. Muter2in rumah sambil ketawatawa.


Takutnya memang si babywalker ini membuat fatha bisa menjangkau apa aja yang bisa diraihnya, belum tentu itu barang aman semua kan. Lainnya lagi, kadang dia lari2an trus mentok dinding otomatis badannya nabrakin sisi dalam babywalkernya yang gak gitu empuk dengan cukup keras. Ini sih yang lebih bikin kuatir takut tulangnya kenapa2. Tapi kalo lagi repot terpaksa lagi2 kita ngandelin si babywalker ini. Mudah2an kita selalu bisa ‘pasang mata’ buat dia deh ya.


Nah begitulah laporan pandangan mata bunda selama sebulan terakhir. Sehat2 dan makin pinter ya jagoan kicik bunda.

Ket foto: foto kiri bawah maksudnya mau fotoin giginya fatha, tapi karna gak fokus tetep gak keliatan deh giginya (eh tapi kliatan ya putih2nya). Itu foto terbaik yang didapet hahha, abis tiap dibujuk buka mulut justru lidahnya yang dikeluarin.
Continue lendo

Thursday, March 03, 2011

Gentle reminder

Bismillah

Sore hari dikantor, bunda lagi siap2 mau pulang, masuk sms dari mamanya bunda (ucinya zikraFatha) di pekanbaru. Baca itu bunda jadi mewek sebentar, merasa tertohok, selain juga bikin bunda kangen banget sama uci disana.


Tapi bukan tertohok atau kangennya bunda yang mau diceritakan disini, melainkan isi smsnya uci. Menurut bunda smsnya layak untuk dibagi, buat inget2 akhirat (untuk temen2 bunda disini yang seiman tentunya). Umur gak ada yang tau memang, bunda pribadi seneng banget kalo ada yang ngingetin kayak gini.

Mendapatkan 5 hal melalui 5 jalan :

  • Berkah rezeki akan diperoleh melalui shalat dhuha
  • Cahaya dalam kubur melalui shalat tahajjud
  • Kemudahan dalam menjawab pertanyaan Mungkar&Nakir melalui membaca Al-Quran
  • Kemudahan melintasi Siratal Mustaqim melalui puasa dan sedekah
  • Mendapat perlindungan ARSY ILAHI pada hari hisab melalui Zikrullah (zikir)

Ah mama, tau aja anaknya butuh selalu diingetin. Ya Allah, kuatkan niat kami untuk berbuat kesemua hal diatas, untuk keselamatan di akhirat. Masukkan kami ke dalam golongan orang2 yang Engkau selamatkan dan Engkau beri petunjuk ya Allah, amiin.


Ayo kita saling mengingatkan untuk kehidupan yang kekal akan datang.
Continue lendo
 

The House of DoVy SetyaWijayas Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates