Showing posts with label GTM. Show all posts
Showing posts with label GTM. Show all posts

Tuesday, August 16, 2011

MPASI setelah setahun dan GTM Fatha

Bismillah


Setelah umur setahun makan bukan lagi jadi pendamping tapi sudah jadi kebutuhan utama buat anak. Malah asi yang bukan jadi kebutuhan utama lagi, tapi tetep kalo bisa diteruskan sampe usia anak 2 tahun akan lebih bagus lagi sih ya. Urusan susu pun udah bisa dibarengi uht.


Fatha sekarang makannya udah sama kayak kita. Nasi udah normal, gak dilembekin lagi. Lauk udah bisa bareng sama kita tapi disisihin pedes2nya, etapi kadang ni anak mau loh dikasi pedes sedikit. Lebih praktis karna udah boleh konsumsi gula garam. Dulu bunda pernah bilang akan nerusin kasi keju aja, tapi ternyata si bocah lagi susah makan. Jadi deh beralih ke gulgar. Tapi tetep susah juga sih hahaha. Kalo bunda bilang ini masa kritisnya fatha belajar makan. Bener2 itu mulut ditutup serapat yang dia bisa. Tapi kalo dia lagi pengen, ya enak aja makannya. Cuma lebih sering gak pengennya. Biasanya yang dia lumayan mau, sesuatu yang bisa dipegang dan gigit2 sendiri. Model2 bakwan gitu deh. Nah jadi kadang bunda bikinin makanan kayak gini buat dimakannya kalo dia lagi ogah makan.


Bunda share disini ya resepnya, walo kedua menunya gak jauh dari yang namanya perkedel hihii.


Perkedel tahu ayam

Bahan:

75gr daging ayam giling, rebus +- 10 menit, saring untuk ambil dagingnya

½ kotak tahu sakura, hancurkan

1 telur ayam kampung, kocok lepas

¼ potong wortel, parut dengan parutan keju

1 batang daun bawang, cincang

2 siung bawang putih, haluskan

Tepung terigu dan garam secukupnya

Cara:

Campur semua bahan kecuali 2 urutan terakhir, aduk. Tambahkan garam dan tepung terigu sedikit demi sedikit sampai kelihatannya adonan tidak begitu basah (kira2 tidak akan berceceran ketika digoreng). Goreng sampai matang dan sajikan.

Catatan: adonan ini bisa dipake untuk 4 kali makan fatha. Jadi adonan mentah itu biasa bunda simpen dikulkas untuk digoreng lagi besoknya.


Perkedel udang

Bahan:

1 buah kentang besar, kukus hingga lembut

8 potong udang ukurang sedang, kukus sampai berubah warna

Brokoli sepengennya, kukus sampai lembut

1 batang daun bawang, cincang

2 siung bawang putih, haluskan

1 kuning telur, kocok lepas

Putih telur untuk mencelup adonan yang akan digoreng

Garam secukupnya

Cara:

Haluskan kentang, udang dan brokoli yang telah dikukus, campurkan daun bawang + bawang putih + kuning telur + garam. Bentuk bulat lalu pipihkan (atau sesuai selera). Cemplungkan ke dalam putih telur, goreng hingga matang.


Lumayan sih 2 makanan ini jadi andelan. Andelan lain yang lebih simpel paling tahu atau tempe goreng hehe, dan buah2an juga buat dipegang fatha sendiri. Lumayan bikin tenang daripada gak masuk makanan sama sekali. Sempet liat resep chicken nugget mamanya zahra disini, jadi pengen nyobain juga. Sekalin pengen nyetok juga buat persiapan mudik nanti.


Sebisa mungkin kalo dia gak mau makan gak dialihkan ke susu atau makanan ringan kaya roti2 gitu. Anehnya si anak kayaknya ngebentuk pola sendiri, pagi&siang makannya lumayan mau. Tiba urusan makan malam jadi agak susah. Gak enaknya, ayah ngeliat fatha ini makan ya malem doang. Pagi siang si ayah kan kerja. Jadi tiap malam dia ngeliat anaknya susah makan jadi stres. Dia pikir anaknya gak mau makan, mulailah si ayah ngomel2 masalah berat badan yang susah naik yang bikin bunda panik juga *setipe banget dah sesama tukang panikan*.


Urusan makan makanan manis aja (kaya es buah yang kita bikin buat bukaan puasa atau cookies gitu), seneng deh dia makannya. Malah mangap mulu minta dimasukin ke mulutnya. Berat badan terakhir waktu imun varicella diumur 13m4d kemaren (tanggal 13 agustus) 9.5 kg dengan diaper dan tinggi 76cm? hahaha bisa lupa gitu berapa persis tingginya. Semoga bunda gak mati gaya dan gak dibawa stres deh ya ngadepin masa2 fatha begini. Ayo nak, lebih semangat lagi dong makannya biar ndutan dikit :)

Continue lendo

Friday, April 08, 2011

Seminar : ‘Cara Andal Mengatasi GTM Anak’

Bismillah


Sabtu tanggal 2 April, bunda dateng ke acara seminar by @MamaKokiHandal di Kemang Village. Pembicara seminar ini ada 2 orang, satu2nya momod (moderator, red) cowok di milis MpasiRumahan, dr Yossi Arioseno yang ngebahas gtm dari sisi kebutuhan nutrisi dan psikolog, mbak Alzena Masykouri, MPsi yang membahas gtm dari sisi psikologis. Kenapa bunda ikut seminar ini? Apa fatha lagi gtm? Alhamdulillah enggak, cuma bunda ingin dapet ilmu aja gimana cara yang baik menghadapi anak gtm. Pengalaman dengan zikra dulu, gtm ini sangat bikin stres dan kuatir. Makanya deh kudu punya ilmu menghadapi gtm nih. Tapi walo udah ikut seminar juga, tetep bunda gak berharap mempraktekkan ilmunya. Maksudnya bunda berharap fatha gak sampe gtm hehhe.



GTM, apa sih itu? Tentunya temen2 bunda (terutama emak2 ye) udah tau kalo gtm (nulisnya huruf kecil aja karna males ngecapslock), adalah istilah buat anak yang menolak makan, kata lainnya, Gerakan Tutup Mulut. Ini biasanya terjadi di umur anak 9bulan sampe 3 tahun. Anak diatas 3tahun tentunya sudah bisa mengungkapkan apa yang dia mau, mau makan apa misalnya, jadi orangtua pun bisa bekerjasama dengan anak agar mau makan. Sementara anak dibawah 3tahun, karna kondisinya yang belum bisa ngomong, mengungkapkan ketidaksukaannya dengan perilaku. Makanya bila si anak tidak mau makan bersikap demikian.

Makan adalah proses belajar buat anak. Dalam sehari anak makan 3 kali dan optional 2 kali makanan selingan. Orangtua tentu cendrung ingin anaknya saat makan duduk diam sampai makanannya habis. Proses ini mengurangi waktunya bereksplorasi, yang tak jarang membuat anak jadi bosan. Rentang perhatian anak usia usia batita juga masih singkat, dibawah 5 menit. Maka ketika ia harus duduk diam menghabiskan makanannya selama 30 menit, kondisi ini menjadi siksaan bagi anak.

Jadi bagaimana mengatasinya? Nah ini yang ditunggu2 kan? Berikut pilihannya :

  • Temukan sebabnya
    Kenapa anak gtm? Bisa jadi karna alasan organik (sariawan, tumbuh gigi, gak enak badan) atau anorganik (suasana hati, keadaan lingkungan). Kalo penyebabnya organik, buat makanan yang seminimal mungkin tidak membuat keadaannya makin gak enak, misal dengan melembutkan tekstur makanan sehingga mudah ditelen. Kalo penyebabnya anorganik, memang agak sulit. Disini orangtua perlu pinter2 dan ajak anak ngobrol. Beri penjelasan. Misal anak gak makan karna pengasuhnya diganti, yang buat si anak kangen banget. Kasi pengertian pelan2, ajak bicara dan hibur si anak. Anak walau masih kecil bisa memahami loh, tapi mereka juga perlu dipahami. InsyaAllah pelan2 si anak jadi mengerti. Tapi kalo berlanjut terus masalahnya, bawa ke psikolog untuk dianalisa penyebabnya.
  • Catat apa saja yang dimakan/diminum oleh anak per harinya
    Lihat apakah anak mungkin terlalu banyak minum susu atau jus yang mungkin membuat dia kenyang. Jika jam makan tiba dan dia tidak mau makan, jangan menggantinya dengan susu/jus. Makan dan susu baiknya diberikan tetap pada jamnya, agar anak tau kapan dia harus makan dan minum susu/jus. Makanan apa saja yang dia terima juga perlu dicatat, demikian dengan tekstur juga perlu diperhatikan.
  • Kenali karakter anak
    Apakah anak tipe bosenan, sehingga tiap hari (lebih parah lagi tiap makan) menunya mesti beda *amit2 semoga anak bunda gak begini, secara emaknya malas sangat*. Apakah anak juga tertarik pada tampilan atau piranti makan? Nah yang ini bisa jadi faktor yang perlu diperhatikan juga ternyata.
  • Tetap tenang
    Ohhooo ini tentu yang paling susah. Ibu mana yang gak panik saat anak gtm? Diperparah lagi komentar lingkungan (terutama orangtua dan mertua) seakan kita gak becus urus anak. Disini perlu banget sharing dengan teman2 yang sudah tau permasalahan kita dan anak kita. Catet yang penting: tidak perlu mengubah aturan demi anak mau makan! Seperti makan sambil jalan atau memenuhi permintaan anak akan makanan tertentu yang menurut kita tidak sehat. Nanti akan jadi kebiasaan. Lebih baik untuk memberikan variasi kegiatan, tanpa mengubah kebiasaan yang sudah ada. Misalnya: makan tetap dikursi dan meja, tapi posisinya diubah. Contoh lain lagi: kasih anak pilihan dengan makanan yang sudah disiapkan: nasi dengan brokoli rebus atau nasi dengan wortel rebus.
  • Membuat suasana makan menjadi menyenangkan
    Anak dapat merasakan aura positif disekitarnya. Perlu bagi kita emaknya memberikan senyuman, mengajaknya bercerita selama proses makan, seperti bercerita tentang apa yang dimakannya. ‘Ini wortel sayang, warnanya orens, bagus buat mata kita..’. Komunikasi dan suasana menyenangkan bisa mempengaruhi mood anak.
  • Sedikit tapi sering
    Kalo anak hanya mau menerima sedikit makanan, gak papa. Tambah frekuensi pemberian makanan mungkin jadi 4-5 kali sehari daripada makan 3 kali porsi normal tapi gak habis. Lebih baik bagi orangtua (dan pengasuh) serta anak juga. Makanan masuk ke anak, orangtua gak stres. Win2 solution yak hehhe.

Yang agak OOT (Out Of Topic) dan sangat penting buat bunda pribadi adalah: jangan membiasakan anak nonton tivi saat makan!! Biarkan anak belajar makan dengan fokus. Sambil menonton itu membiasakan anak untuk miltitasking, yang sebenarnya tidak dianjurkan untuk tingkatan umur mereka. Selain itu (lebih OOT dan lebih penting lagi), biasa menonton tivi membuat anak malas membaca. Kenapa? Karna mata anak saat menonton diam tidak bergerak melihat gambar yang berganti2 (mata pasif), sementara untuk membaca mata anak harus bergerak (mata aktif). Nah biar mata anak tidak malas, no tv at all!! Ehm agak gak mungkin sih, paling dibatesin aja ya, kasian juga anak2 bunda hihhi.


Demikian. Semoga anak2 kita menjadi anak yang senang makan dan gak picky ya. Versi lebih lengkap dari mak momod milis Mpasirumahan @depezahrial ada disini, monggo dicek.

Continue lendo
 

The House of DoVy SetyaWijayas Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates