Saturday, January 12, 2013

Remembering his 40th day of death

We just came back from lampung. We went to attend the ceremonial of remembering our brother’s 40th day of death. So, we didn’t plan to have fun. It should’ve been a visit just for remembering our lost of somebody we love. But different plan, different fact.

Pertama cerita tentang 40 harinya dulu yah.

Sudah 40 hari adik kami itu berpulang. Rasanya seperti baru kemaren. Selama 40 hari itu, kedua ipar perempuan bunda, uwo dan uncu, bilang pernah mimpiin iyay. Di uwo kejadian dua kali, di uncu sekali. Mereka ceritain mimpi mereka. Bikin sedih sekaligus seneng. Sedih karna masih susah percaya dia udah gak ada, seneng karna mimpinya bagus semua. Alhamdulillah. Dimimpi uwo, iyay bilang dia udah gak sakit lagi, dia sehat bahkan gendut sekarang. Di uncu, iyaynya senyum lebar banget. Semoga iyay memang bahagia disana.

We do hope you’re truly happy right there iyay.

Mengutip kata ustad yang ngisi pengajian diacara yasinan kemaren, ajal itu pasti on time. Gak akan mundur atau maju. Jadi walo gimanapun kita mengusahakan obat agar iyay sembuh kemaren itu, ajal gak akan terelakkan. Jangan nyesal kalo kemaren belum usahain ini belum usahain itu, karna kalo memang udah sampe waktunya ajal tiba, siapapun pasti akan pergi juga.

Merinding ya Allah. Smoga saya beserta orang2 yang saya sayangi masuk ke dalam golongan orang2 yang Engkau selamatkan dan beri petunjuk. Semoga kami bisa berpulang dalam keadaan khusnul khotimah dan berkumpul lagi di JannahMu ya Robbi. Ampuni kami yang banyak dosa ini.


Alhamdulillah acara yasinan 40 harinya lancar. Semoga berkah dan doa semuanya nyampe ke iyay. Semoga mama + papa mertua beserta keluarga yang kehilangan bisa lebih ikhlas dan diganti hari2nya dengan lebih banyak kebahagiaan.

Next. Cerita lainnya. Diposting selanjutnya.

2 comments:

 

The House of DoVy SetyaWijayas Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates